Tentang

Bermula dari Termux

Bermula dari ketertarikan saya mengexplore Termux yang ada di android. Saya mulai memiliki ketertarikan dengan linux dan webserver. Bermodal pengetahuan saya di termux dan kebetulan mendapat VPS gratis dari seseorang di grup facebook. jadilah saya mulai menyelami seluk beluk tentang VPS Linux dan Webserver ini.

Mengenal Google Cloud Platform

Sadar bahwa VPS pemberian yang saya miliki bisa di terminate kapan saja, saya mulai mencari VPS lain, bertemulah saya dengan VPS Google Cloud Platform, dengan modal kartu debit card visa dari jenius, kita bisa dapat kredit 4juta lebih untuk Google Cloud Platform, tidak hanya kredit gratis, Google Cloud Platform (Kita singkat GCP saj ya) ini menarwar paket layanan “Always Free”, di Always Free ini kita bisa membuat Virtual Machine(VM) atau biasa kita kenal dengan VPS dengan gratis, dengan berbagai batasan tentunya, di GCP inilah ketertarikan saya denga dunia SysAdmin semakin berkembang.

VPS Murah

Namun sayang sekali, kabar kurang menyenangkan datang dari pihak GCP, bahwa per 1 Januari 2020, Public IP/IP External akan dikenakan biaya untuk penggunaannya, namun masih belum jelas apakah “Always Free” akan kena juga atau tidak, ragu dengan GCP Yang Mungkin Akan membuat kita membayar 3 USD per bulan untuk IP Public, saya tidak mencari VPS gratis Lagi, melainkan VPS Murah, yang semurah-murahnya, bertemulah saya dengan Wishosting.

Teknologi Blog Ini

VPS Wishosting dengan Spek seadanya ini saya paksa untuk menjalankan blog ini, namun ternyata berjalan dengan lancar, dengan 2.99 USD atau 43.000 IDR per tahun, kita sudah dapat menjalankan blog wordpress ini dengan lancar, dengan berbagai macam tuning dan bantuan lainnya tentunya. Diantaranya sebagai berikut

1. Nginx Openlitespeed

Blog ini menggunakan webserver Nginx (dibaca : EnjinEX) yang tergolong ringan dan ramah dengan ram kecil, dan memang benar Nginx berjalan dengan baik di Ram 256mb. saya menggunakan versi 1.17.4. Karena tidak ingin menggunakan wp-rocket nulled lagi dan ingin menggunakan Litesspeed Cache Gratisan saja, saya mengganti Nginx dengan Openlitespeed walau tidak seringan Nginx, Tapi Untuk urusan Kecepatan tidak berbedah jauh dengan Nginx, dan dapat berjalan pula dengan lancar di Ram 256mb, Kekurangannya Openlitespeed menggunakan lebih banyak CPU dibanding Nginx. Saya menggunakan Openlitespeed 1.6.4

2. MariaDB

Saya sempat berfikir untuk menggunakan database sqlite, tapi katanya blog akan menjadi sangat lambat, jadi saya memutuskan untuk tetap menggunakan MariaDB, tapi dengan tuning SeExtrim mungkin, karena jika tidak di Tuning mariDB(database) ini termasuk yang rakus Ram, saya menggunakan MariaDB 10.4.

3. PHP

Sempat ingin menggunakan yang versi stabil, yaitu versi 7.3, tapi saya urungkan, karena versi paling baru akan berjalan lebih cepat menurut orang-orang, jadilah saya memasang PHP versi 7.4, versi 7.4 ini masih dalam tahap beta. Karena Openlitespeed mempunyai PHP sendiri yang mereka beri nama Lsphp, Lsphp ini terinstall otomatis pas memasang Openlitespeed, jadilah saya menggunakan Lsphp saja, Lsphp-nya masi memggunakan Versi PHP 7.3.

Back to top button
Close